Jumat, 29 Juni 2012

Sering Ngantuk Saat Belajar? Ini Solusinya!



Ilustrasi.


JAKARTA - "Serangan" kantuk seringkali datang saat kita tengah konsentrasi belajar. Mungkin tak sedikit di antara Anda yang pernah mengalaminya. Tak hanya saat belajar, rasa kantuk juga sering datang tanpa diundang saat tengah bekerja, membaca, atau mengemudi.

Rasa kantuk yang menyerang bisa jadi "musuh" besar bagi mereka yang memiliki target untuk mencapai suatu keinginan. Beberapa pelajar dan mahasiswa mengaku tidak dapat mencapai target yang diinginkan dalam belajar. Salah satunya karena kantuk yang seringkali datang saat belajar.

"Nafas cuci aura dapat menunda kantuk selama tiga jam," ungkap Linda Saptadji, Psikolog Yayasan Anak Indonesia Suka Membaca, di Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Nah, bagaimana metode pernafasan yang bisa menunda kantuk ini? Selain menghalau kantuk, metode ini juga bisa mengurangi nyeri akibat sakit kepala. Yuk, disimak!

1. Duduklah dengan posisi sembilan puluh derajat dan letakkan telapak tangan di atas paha untuk mencapai relaksasi. Tarik nafas dalam-dalam kemudian embuskan secara perlahan. Ulangi sampai tiga kali.

2. Masih dalam keadaan duduk dengan posisi sempurna, tutup lubang hidung sebelah kanan dengan menggunakan telunjuk, lalu ambil nafas dalam-dalam melalui lubang hidung sebelah kiri. Setelah menghirup udara dalam-dalam, tutup lubang hidung sebelah kiri dengan telunjuk dan embuskan pelan-pelan melalui lubang hidung sebelah kanan. Ulangi tiga kali.

3. Usap tangan beberapa kali hingga menimbulkan energi panas akibat gerakan kinetik, dan basuhlah tangan tersebut ke wajah anda. Anda akan merasakan kesegaran dan mampu beraktifitas selama tiga jam kedepan.

Selamat mencoba!!!!

Pelaku Teror Belum Terindikasi Lawan Politik



Ilustrasi.


JAKARTA - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan belum dapat memastikan pelaku pelemparan bom molotov merupakan lawan politik korban. Pelemparan bom molotov di Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyebabkan kerusakan bagian belakang mobil Suryadi, simpatisan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.
"Kami masih mengejar pelaku, sepertinya pelaku belum terindikasi lawan politik korban. Saya menduga ada persoalan lain di balik itu," tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan, Jumat (29/6/2012) di Jakarta.
Pelemparan bom molotov terjadi pada hari Kamis dini hari kemarin. Tidak ada yang dapat memastikan identitas pelaku. Saksi di tempat kejadian hanya menyaksikan peristiwa setelah pelemparan bom molotov.
Ada dua saksi, yang juga tetangga korban, yang telah diperiksa penyidik. "Kami juga belum dapat memastikan pelaku, semua keterangan saksi dan barang bukti masih kami dalami. Kasus ini tetap kami teruskan," kata Kepala Polsek Kebayoran Baru Komisaris Maulana Hamdan.

Kamis, 28 Juni 2012

Anggaran Gedung KPK Bisa Dikucurkan Tanpa Persetujuan DPR



Gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan.


JAKARTA — Pemerintah dapat mengucurkan anggaran untuk pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi tanpa ada persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat, khususnya Komisi III. Pasalnya, anggaran itu sudah masuk dalam Undang-Undang APBN 2012 .
"Dana harus dicairkan kalau sudah ada di APBN. Semua lampiran dalam APBN yang sudah disahkan dalam paripurna harus dilaksanakan," kata Ramson Siagian, Direktur State Budget Watch, di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/6/2012).
Ramson mengatakan, jika Dewan belum menyetujui pembangunan itu, seharusnya anggaran tidak dimasukkan dalam APBN. Dengan demikian, kata dia, pimpinan KPK seharusnya segera menyurati Kementerian Keuangan agar segera mengucurkan dana.
Mantan anggota DPR dua periode itu menambahkan, tidak ada mekanisme pembintangan anggaran dalam semua UU yang mengatur keuangan negara, seperti UU Keuangan Negara dan UU Pembendaharaan Negara. Begitu juga dalam UU Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3).
Pembintangan itu, lanjut Ramson, membuka peluang tawar-menawar antara DPR dan pemerintah. "Ini potensial untuk lobi. Dibintangi dulu baru dicairkan," kata dia.
Wakil Ketua Komisi III Nasir Djamil mengatakan, anggaran gedung KPK tidak bisa dikucurkan tanpa ada persetujuan dari DPR. "Kalau bisa, ya dicairkanlah. Menteri Keuangan (Agus Martowardojo) lebih tahu soal anggaran. Lalu, kenapa enggak dicairkan? Itu artinya memang kalau dibintangi ya belum bisa dicairkan," kata Nasir dari Madinah, Arab Saudi.
Seperti diberitakan, penjelasan pihak KPK, total biaya yang dibutuhkan untuk membangun gedung di tanah seluas 27.600 meter persegi mencapai Rp 225,7 miliar. Rincian anggarannya yakni biaya pekerjaan fisik senilai Rp 215 miliar, konsultan perencana Rp 5,48 miliar, manajemen konstruksi Rp 4,38 miliar, dan pengelolaan kegiatan Rp 766 juta.
Jika disetujui, anggaran akan dikucurkan dalam waktu tiga tahun mulai dari 2012 sampai 2014. Tahap pertama, akan dikucurkan Rp 16,7 miliar.

Mengunjungi Kota Batavia di Belanda


Pintu masuk Batavia Stad Fashion Outlet.


Bagian depan Batavia Stad di Kota Lelystad, Belanda Utara.


Pengunjung Batavia Stad di Kota Lelystad, Belanda Utara.


Replika kapal layar Batavia di Batavia Stad, Kota Lelystad, Belanda Utara.


BELANDA - Batavia Stad atau Kota Batavia ternyata sejak beberapa tahun lalu bisa ditemukan di Belanda, tepatnya di Kota Lelystad, Belanda Utara. Umumnya kita mengenal Batavia sebagai nama kota Jakarta pada masa lalu (1621-1942). Kurang lebih 300-an tahun keberadaan Batavia di wilayah Indonesia selama berkuasanya Belanda di bumi Nusantara.
Pada tahun 1621 pertama kalinya  penggunaan nama kota pemerintahan Batavia Stad oleh Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia saat itu, Jan Pieterszoon Coon untuk menggantikan nama dari kota pelabuhan Jayakarta. Wilayah Batavia yang awalnya hanya kota pelabuhan terus berkembang hingga menjadi wilayah Jakarta saat ini. Kata Batavia diambil dari nama salah satu suku bangsa Jerman, Batavier yang merupakan leluhur dari bangsa Belanda juga.
Belanda nampaknya ingin mengenang Batavia tidak hanya sebagai asal usul orang Belanda tetapi juga sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan yang terbesar di wilayah koloninya. Pada tahun 2001 pemerintah Belanda meresmikan kawasan Batavia Stad yang diawali dengan pembukaan Batavia Stad Fashion Outlet dan terus dikembangkan menjadi salah satu yang terbesar di Belanda saat ini.
Pusat perbelanjaan yang terdiri dari toko-toko berbagai produk fashion bermerk terkenal, baik nasional maupun internasional seperti pakaian, sepatu, perhiasan, perlengkapan rumah dan sebagian besar tokonya mewakili suatu merk ternama. Tersedia juga beberapa restoran yang juga sudah terkenal baik bagi masyarakat Belanda maupun secara internasional.
Untuk menarik pengunjung karena lokasi Batavia Stad tidak di pusat Kota Lelystad sebagaimana wilayah perbelanjaan lainnya, maka pertokoan disini dibuka setiap hari atau 7 hari seminggu sebagaimana dalam kampanyenya "365 Days of Fashion in Batavia Stad". Hal ini menarik warga Lelystad dan sekitarnya karena pada hari Minggu sebagian besar pertokoan tutup. Disamping itu toko-toko di Batavia Stad selalu memberikan potongan harga yang cukup menarik.
Yang menarik juga, kawasan perbelanjaan yang terletak di suatu wilayah baru bernama Flevoland ini pada hari kerja tidak padat dan bangunan toko cukup luas, sehingga pengunjung bisa merasa lebih nyaman.
Kawasan Batavia Stad Fashion Outlet dibangun menyerupai suasana awal kota Batavia di Indonesia yang berada dibawah pengendalian suatu kongsi dagang Belada saat itu, VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie). Wilayah pertokoan dikelilingi oleh dinding beton yang tinggi menyerupai bangunan benteng pertahanan serupa dengan yang didirikan VOC di pelabuhan Batavia, Indonesia untuk menjaga wilayah kekuasaannya dari serangan musuh. Di dinding bagian depan kawasan pertokoan dimana tertulis nama Batavia Stad Fashion Outlet dipamerkan senjata meriam seperti yang terdapat di halaman beberapa museum di Indonesia. Pintu gerbang masuk juga berarsitektur model zaman kolonial abad ke-17.
Bangunan pertokoan yang berjumlah lebih dari 100 toko juga dibangun dengan arsitektur abad ke-17 dan sebagian besar terbuat dari kayu. Hanya saja bangunan terlihat lebih modern karena dicat aneka warna yang menarik.
Di kawasan Batavia Stad yang bersebelahan dengan Danau Ijsselmeer terdapat juga pelabuhan kapal yang tidak terlalu besar bernama Batavia Haven. Disini bersandar beberapa kapal layar kuno dan modern. Di pelabuhan ini berlabuh sebuah kapal layar model kuno dengan tiang tinggi sebagaimana ada pada masa kolonial VOC. Kapal tersebut merupakan replika dari kapal layar pada masa itu yang bernama Batavia dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1995 oleh Ratu Belanda Beatrix. Keberadaan replika kapal layar Batavia ini yang mengawali dimulainya kawasan Batavia Stad.
Kapal Batavia digunakan VOC pada tahun 1628 untuk berlayar ke Pulau Jawa dan membawa ratusan awak kapal dan penumpang yang akan bekerja di Indonesia, tetapi kapal tersebut kandas di wilayah Australia Barat dan hanya penumpangnya yang bisa melanjutkan perjalanan ke kota pelabuhan Batavia di Pulau Jawa.
Replika kapal ini menjadi salah satu obyek wisata di Batavia Stad dan menjadi alasan pemerintah Belanda memilih nama Batavia Stad dari nama kapal VOC tersebut. Oleh karena itu lokasi kapal berlabuh berada tepat di belakang Batavia Stad Fashion Outlet yang bisa terlihat jelas dari lantai atas restoran La Place. Sambil menikmati makan an, pengunjung bisa menikmati keindahan kapal kuno dan juga lalu lalangnya kapal-kapal modern besar dan kecil melewati kapal layar Batavia.
Pengunjung tentunya bisa menikmati kondisi dalam kapal layar Batavia dengan membeli tiket masuk obyek wisata Bataviawerf yaitu suatu fasilitas galangan kapal (pembuatan kapal) dan museum yang terletak bersebelahan dengan Batavia Stad Fashion Outlet.
Dalam museum tersebut bisa diketahui cara pembuatan kapal layar pada masa lalu dan juga aktivitas awak kapalnya serta sejarah maritim Belanda. Saat ini tengah dibuat suatu replika kapal layar kuno lainnya yaitu The Seven Provincien yang berlayar pada zaman VOC di Bataviawerf juga.
Selain itu tersedia program wisata khusus bagi anak-anak di Bataviawerf seperti permainan menjadi awak kapal dan bajak laut pada masa dahulu. Pada waktu tertentu juga ada pertunjukan seni seperti teater yang terkait dengan kisah-kisah pelayaran di zaman VOC dan diselenggarakan di dalam kapal layar Batavia.
Fasilitas wisata lainnya adalah Naupar yaitu berlayar dengan kapal layar model VOC atau yang lebih modern yang berlabuh di Batavia Haven. Pengunjung bisa menyewa kapal sehari atau lebih dengan fasilitas pelayaran yang menyenangkan tapi dikenakan biaya yang tidak murah pula.
Berdekatan dengan Batavia Haven ada fasilitas lainnya yaitu Nieuw Land Museum yang menampilkan dokumentasi atau animasi mengenai pembuatan wilayah baru di Belanda seperti wilayah Flevoland dimana kota Lelystad dan Batavia Stad berada. Dahulunya wilayah ini merupakan wilayah berair yang kemudian direklamasi menjadi daratan (polder).
Untuk bisa sampai ke Batavia Stad cukup dengan transportasi darat (mobil, kereta api atau bus) yang memakan waktu kurang lebih 1 jam dari Amsterdam. Memasuki kawasan perbelanjaan Batavia Stad Fashion Outlet tidak dipungut biaya, hanya ke kawasan museum yang dikenakan biaya tertentu dan bisa dilihat di www.bataviastad.nl dan www.bataviawerf.nl.
Mengunjungi Batavia Stad seakan membawa pengunjung ke suasana ratusan tahun yang lalu pada masa VOC berada di Batavia, Indonesia. Sejarah tidak bisa diulangi tapi bisa dibuat seperti hidup kembali sebagaimana yang ingin ditampilkan atau dipertunjukkan di kawasan wisata sejarah dan perbelanjaan Batavia Stad di Lelystad.
Belanda seakan ingin menghidupkan kembali kejayaan kongsi dagang VOC di Batavia (sekarang Jakarta) melalui Batavia Stad Fashion Outlet sebagai pusat fashion outlet yang pertama di Belanda. Batavia tetap memberikan kesan tersendiri bagi bangsa dan pemerintah Belanda. Begitu pula dengan kota Jakarta yang telah berusia 485 tahun setidak-tidaknya cukup besar peran Belanda membangun kota Jakarta selama 300-an tahun. Dirgahayu Jakarta! (Janine Helga Groeneveld Warokka)
 
Editor : I Made Asdhiana.

Indonesia Siapkan 1 Miliar Dollar AS untuk IMF



Ilustrasi



JAKARTA - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, Indonesia akan memberikan pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai komitmen untuk memperkuat permodalan lembaga tersebut. Ia mengatakan pemberian pinjaman maksimal 1 miliar dollar AS.
"Indonesia sebetulnya sudah menindaklanjuti komitmen tersebut. Pertemuan G20 akan meningkatkan kekuatan IMF di aspek permodalan. Yang kemarin di Meksiko adalah pinjaman dari negara anggota IMF kepada IMF supaya keuangan IMF lebih kuat," sebut Agus, di DPR, Jakarta, Kamis (28/6/2012).
Agus menjelaskan, sekarang ini sebenarnya sudah terkumpul sebesar 430 miliar dollar AS di IMF. Dana tersebut dibutuhkan IMF bukan hanya untuk menyehatkan ekonomi Eropa tetapi termasuk juga negara-negara berkembang. Indonesia yang pernah meminjam dari IMF pada tahun 2006 pun akan berkontribusi bagi permodalan lembaga itu.
Pemberian pinjaman ke IMF akan menandakan posisi Indonesia sudah lebih baik. Apalagi, terang dia, Indonesia juga harus memerhatikan negara-negara lain yang perlu dibantu. Pinjaman ke IMF ini juga sebagai upaya mengantisipasi krisis agar tidak membahayakan perekonomian dunia. "Ini kesempatan yang baik karena Indonesia juga pernah pinjam IMF di 2006, kita sudah kembalikan," sambung Agus.
Mengenai besaran secara pasti, kata Agus, Pemerintah masih membicarakannya. Tetapi ia menyebukan maksimal dana yang dipinjamkan sebesar 1 miliar dollar AS. "Belum bisa disebutkan tetapi saya rasa maksimal 1 miliar dolar AS," tegasnya.
Dikatakan dia, pinjaman ke IMF itu bukan dari APBN. Itu semacam suatu pengelolaan dana yang merupakan bagian dari cadangan devisa negara. Praktiknya itu seperti uang kas dalam suatu perusahaan. Sebagian, misalnya saja, seperempat uang kas dalam bentuk tunai, dan selebihnya ditempatkan di bank. "Kalau kita nanti memberikan bantuan pinjaman kepada IMF itu akan tetap ada di neraca Indonesia di cadangan devisa Indonesia tapi hanya tercatat sebagian ditempatkan di IMF," pungkasnya.
 
Editor : Erlangga Djumena.

Bentrok Massa, Polisi Amankan Tiga Orang



lustrasi Korban Bentrokan.


TANGERANG - Setelah serangan saling berbalasan antara dua kelompok yang bertikai di Pondok Karya dan Larangan, Rabu (27/6/2012) kemarin, Kepolisian Resor Tangerang Kota mengefektifkan razia.
Hingga Kamis pagi ini, petugas mengamankan tiga orang anggota dari salah satu kelompok massa. Mereka diamankan karena kedapatan membawa senjata tajam jenis golok dalam berbagai ukuran. Selain memeriksa dan mengamankan ketiga orang itu, polisis juga menyita tiga bilah golok berbagai ukuran, dua telepon genggam, serta satu unit sepeda motor Suzuki Satria FD.
Ketiga orang itu diamankan saat mereka sedang berjaga di rumah salah satu pejabat organisasi masyarakat di Peninggilan Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
Mereka adalah Surono (32), warga Jalan Sektor, Kelurahan Sudimara Jaya, Cileduk; Endi Yunus (29), warga Kampung Kayu Areng, RT 02/04, Kelurahan Bakung, Kecamatan Cikande, Serang; dan Syamsudin (32), warga Gang Muha Kelurahan Cipadu Jaya, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.
 
Editor : Sonya Hellen Sinombor.

Rabu, 27 Juni 2012

Temuan Peneliti Indonesia Kalahkan Alat Produksi Amerika



Muhammad Luthfi Nurfakhri, siswa kelas XI SMAN 1 Bogor, penerima beasiswa unggulan dari Kemdikbud setelah berhasil menjadi juara III pada Intel International Science and Engineering (ISEF) 2012.
 
 
JAKARTA — Muhammad Luthfi Nurfakhri, seorang pelajar Indonesia, mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Luthfi adalah iswa kelas XI jurusan IPA, SMAN 1 Bogor, Jawa Barat, yang berhasil menemukan "Digital Leaf Color Chart". Sebuah alat bersensor ganda yang digadang-gadang memiliki obyektivitas tinggi antara penggunaan pupuk dengan hasil tanaman padi.

Dari alat canggih yang ditemukannya, ia berhasil menyabet peringkat III pada Intel International Science & Engineering Fair 2012, sebuah ajang adu kemampuan para peneliti muda dari seluruh dunia yang digelar pada pertengahan Mei lalu, di Pennsylvania, Amerika Serikat.

Tidak tanggung-tanggung, alat yang ia temukan mampu mengalahkan harga alat sejenis di pasaran. Dengan harga jual Rp 950.000, "Digital Leaf Color Chart" jauh lebih murah dari alat sejenis yang diproduksi oleh Amerika Serikat yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp 14 juta.

"Hipotesa saya membuat suatu alat dengan obyektivitas tinggi dengan harga yang lebih murah," kata Luthfi kepada Kompas.com seusai menerima beasiswa unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Rabu (27/6/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Ia beranggapan, proses pertumbuhan tanaman padi harus diperhatikan secara baik, salah satunya pada proses pemupukan. Penelitiannya diilhami oleh petani padi di sekitar tempat tinggalnya. Selama ini, para petani menggunakan metode Bagan Warna Daun (BWD) dalam memberikan pupuk pada tanaman padinya.

Baginya, BWD memiliki kelemahan jika warna padi tidak sesuai maka akan dihitung dengan rata-rata sehingga pemupukan dapat melebihi atau kekurangan nitrogen.

Melalui alat ciptaan Luthfi yang juga dilengkapi dengan Fototransistir sebagai pendeteksi warna daun padi, maka perhitungan pemberian nitrogen pada padi dapat lebih optimal dan ditunjukkan secara digital melalui LCD.

"Singkatnya, alat saya ini berguna untuk mendeteksi kebutuhan pupuk pada tanaman padi. Lalu bisa menentukan dosis yang paling optimal sehingga produksi padi bisa efektif," ujarnya.

Layaknya sebuah temuan, pasti akan melalui proses penelitian, uji coba, dan gagal, sebelum akhirnya berhasil menjadi temuan yang dapat digunakan serta memberikan manfaat. Untuk menciptakan alat ini, Luthfi memerlukan waktu sekitar satu tahun dengan uji coba dan kegagalan sebanyak 135 kali.

Tak hanya itu, ia pun rela merogoh kocek sampai Rp 12 juta yang berasal dari kantong pribadi dan dukungan sekolahnya. Saat penggarapan, ia juga banyak berdiskusi dengan peneliti-peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang kebetulan lokasinya tak begitu jauh dari tempat tinggal dan sekolahnya.

"Secara kualitas alat saya siap diadu dengan alat sejenis. Karena milik Amerika hanya menggunakan satu sensor dan dijual dengan harga jauh lebih mahal," tuturnya.

Putra seorang dosen Kewirausahaan di Institut Teknologi Indonesia (ITI) ini memang hobi melakukan penelitian sejak dirinya masih duduk di bangku SMP. Hingga saat ini ia berhasil membuat 11 alat dari hasil penelitiannya. Ia berharap penemuan-penemuannya, khususnya "Digital Leaf Color Chat", dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan petani di seluruh dunia.

"Saya uji coba ke petani di sekitar tempat saya tinggal. Awalnya enggak mau, tapi setelah tahu hasilnya, mereka mau," pungkasnya.

Atas prestasinya, ia berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar 1.000 dollar AS dan piagam penghargaan dari militer Amerika Serikat. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga memberikan beasiswa unggulan untuk melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi. Ia berharap dapat mengecap bangku perkuliahan di luar negeri dan kembali mengharumkan nama bangsa serta membawa manfaat untuk Indonesia. 

Pendidikan Kita Berada di "Lampu Merah"



Siswa dan orangtua murid berunjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta, Kamis(21/6/2012). Mereka memrotes semakin mahalnya biaay pendidikan di Indonesia dan sudah mengurangi dana untuk kebutuhna dapur rumah tangga.


JAKARTA — Anggota Komisi X DPR Dedi Gumelar menilai, pendidikan nasional gagal membentuk watak generasi muda Indonesia. Bahkan, secara politis, menurutnya, pendidikan nasional saat ini berhenti dan tidak menunjukkan pergeseran ke arah yang lebih baik.

"Secara politis, pendidikan kita berada di lampu merah," kata Dedi, yang biasa disapa Miing, dalam audiensi antara DPR dan tim dari Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada, Rabu (27/6/2012).

Menurutnya, pendidikan formal seharusnya dapat berbanding lurus dengan pembentukan budaya dan watak anak-anak Indonesia. Sebab, pendidikan kelak dapat menjadi modal dalam membangun atau membangkitkan Indonesia dari keterpurukan.

"Semua negara bisa bangkit dari tsunami, krisis ekonomi, bahkan perang. Tapi saat kebudayaannya runtuh, maka runtuhlah bangsa itu," ujarnya.

Meski demikian, ia sedikit merasa lega. Secara signifikan pemerintah dinilai telah menaikkan anggaran untuk kebudayaan. Dari awalnya hanya Rp 300 miliar, tahun ini meningkat jadi Rp 1,2 triliun. "Awalnya kita dorong agar kebudayaan bisa mendapat Rp 5 triliun agar dapat membongkar betul kebudayaan ini," ungkapnya.

Sebelumnya, salah seorang anggota tim Pusat Studi Pancasila UGM, Cungki Kusdarjito, memaparkan, pembangunan pendidikan nasional harus dilandasi dengan kebudayaan dan Pancasila. Menurutnya, hal itu menjadi penting untuk memperjelas arah sekaligus mencegah terpuruknya pendidikan nasional yang semakin hari semakin condong ke dunia barat.

"Nilai budaya lokal harus dilaksanakan sebagai pijakan bangsa. Sekolah-sekolah juga harus mengembangkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah sebagai bagian untuk membangun karakter bangsa," kata Cungki.

Warga Nigeria Ditangkap



Ilustrasi sabu


TANGERANG - Dua orang Warga Nigeria berisial USO (28) dan KS (26) ditangkap petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta karena berupaya menyelundupkan narkotika ke Indonesia melalui bandara.
Bersama tersangka, polisi menyita 1.080 gram sabu senilai Rp 1,62 miliar. "Sabu itu disimpan dalam gagang dan rangka bawa koper tersangka, USO," papar Kepala Kanwil Bea Cukai Provinsi Banten, FC Sijabat kepada wartawan di Kantor Bea Cukai Bandara, Rabu (27/6/2012).
Sijabat menjelaskan, USO datang ke Jakarta menggunakan pesawat Qatar Airways QR-672 rute Doha-Jakarta di Terminal 2 D, Selasa kemarin.
Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Oza Olivia mengatakan, setelah dilakukan pengembangan bersama Badan Narkotika Nasional, tertangkap KS (26), di sekitar Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Setelah diselidiki, KS yang juga warga Nigeria kenal dengan USO. Keduanya merupakan jaringan narkotika international yang melakukan penyebaran narkotika di Indonesia," jelas Oza.
Menurut Oza, kedua tersangka dijerat UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika masuk kategori Narkotika golongan I. Mereka dijerat Pasal 113 ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman pidana mati,seumur hidup dan 20 tahun serta denda Rp 10 miliar.

Alex Noerdin Awalnya Tidak Berniat Menjadi Gubernur DKI Jakarta



Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 6, Alex Noerdin (kiri) dan Nono Sampono, berkampanye di halaman eks Gedung Bioskop Nusantara di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (25/6/2012). Pasangan yang diusung Partai Golkar tersebut bertekad menyelesaikan segala permasalahan Ibu Kota dalam waktu tiga tahun dengan jargon "Tiga Tahun Bisa", memiliki visi-misi menuju Jakarta layak huni, berkelanjutan, dan berkelas dunia.


JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta, Alex Noerdin sebenarnya tidak terlalu mendambakan posisi Jakarta satu. Pasalnya dia saat ini sudah menjadi gubernur Sumatera Selatan.
"Saya di sini diminta untuk membenahi kota Jakarta. Lima bulan lalu saya tidak pernah terpikir untuk menjadi Gubernur DKI. Namun dalam satu bulan terakhir saya akhirnya berfikir dan meminta izin kepada semuanya termasuk presiden, untuk mencalonkan diri jadi gubernur DKI, dan saya mulai mempelajari permasalahan kota ini," Jelas Alex, Rabu (27/6/2012).
Ia mengatakan, bermodal pengalamannya menjadi Bupati dan Gubernur akhirnya dia menerima tawaran dan merasa tertantang membenahi Jakarta.
"Saya pernah menjadi ketua Bupati seluruh Indonesia. Jadi permasalahan Indonesia bukan hanya Jakarta" ujarnya. Mengenai masalah DKI, Alex mengatakan bahwa permasalahan yang paling kompleks adalah masalah pendidikan, kesehatan dan keamanan yang masih membuat rakyat menderita.
" Jika saya terpilih nanti saya akan gratiskan pendidikan dan pengobatan gratis bagi warga DKI dihari pertama menjabat. Faktor keamanan juga sangat penting bagi rakyat," tuturnya.

42 Siswa Berprestasi Menerima Piagam dari Fauzi Bowo



Ilustrasi


JAKARTA -- Siswa Jakarta yang meraih nilai tertinggi pada Ujian Nasional (UN) 2012 menerima penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Rabu, (27/6/2012) di Gedung Agung, kantor Gubernur DKI Jakarta. Acara dihadiri para siswa berprestasi didampingi orang tua dan kepala sekolah mereka.
Dalam laporan Wakil Kepala Dinas Pendidikan Prof Agus Suradika mengatakan, Pemda DKI akan memberikan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada 42 anak peraih nilai tertinggi dalam UN tahun ini.
"Ini kepedulian luar biasa yang tinggi dari Bapak Gubernur pada pendidikan anak-anak DKI," katanya.
Pemberian piagam penghargaan kepada 42 siswa berprestasi, diberikan secara langsung oleh Fauzi Bowo. Mereka umumnya mendapat nilai 10 dalam setiap Mata Ujian Nasional. Misalnya Yolanda, 12 tahun. Siswa SD/SN Kelapa Dua Wetan Pagi, mendapat nilai 30 dalam UN 2012.
Dalam sambutannya Fauzi Bowo menyatakan kebanggaannya kepada siswa-siswa berprestasi dan ucapan terimakasih pada para guru mereka. Pendidikan sangat penting bagi pembangunan masa depan Jakarta, Bangsa dan Negara. Pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi sangat penting sebagai bentuk apresiasi kepada mereka.
"ini acara penting dan menjadi prioritas Pemda DKI" katanya. "Pendidikan sangat penting bagi pembangunan manusia yang cerdas, berkepribadian baik, dan bermartabat".
 Fauzi sedikit bernostalgia untuk memotivasi anak-anak dengan bercerita bahwa 46 tahun yang lalu ia juga menerima penghargaan sebagai siswa SMA terbaik DKI Jakarta. Dan 41 tahun kemudian ia menjadi Gubernur Jakarta. Ia lama bersekolah di Luar negeri dan mendapat banyak tawaran tapi ia hanya ingin pulang dan membangun kampungnya.
"Buat saya, saya tidak punya kampung lain, kampung saya adalah Jakarta," katanya. (*)

Gas Bocor, Tiga Rumah di Duren Sawit Terbakar



Tiga rumah di Jalan Rawadas, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (27/7/2012), dilalap si jago merah. Api diduga berasal dari tabung gas milik salah seorang warga.


JAKARTA — Kebakaran melanda tiga rumah di Jalan Rawadas, RT 01 RW 03, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Api diduga berasal dari tabung gas 12 kilogram milik salah seorang warga. Lima mobil pemadam kebakaran pun berhasil menjinakkan api. Rimbawan (40) yang merupakan saksi mengatakan, api mulai membesar pukul 13.00 di atap dapur milik Ngadiman (55) dan merembet ke atap rumah Jastuti (32) dan Usup (40). Warga pun panik melihat api yang berkobar karena daerah tersebut termasuk padat penduduk.
"Penghuninya ada tiga orang, tapi lagi kerja semua. Rumahnya jadi kosong. Nggak tahu mungkin (karena) lupa, mungkin apa, tiba-tiba api sudah membesar saja," ujarnya kepada Kompas.com di lokasi kejadian, Rabu (27/6/2012).
Ketika ingin masuk untuk memeriksa kondisi rumah, Rimbawan mengurungkan niatnya karena mendengar suara ledakan sebanyak dua kali. Akhirnya, ia memilih untuk meminta pertolongan warga memadamkan api dengan air seadanya.
Berdasarkan keterangan Sunaryo, perwira piket Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur, api berhasil diamankan sekitar satu jam dengan memanggil 15 mobil pemadam kebakaran.
"Tapi yang difungsikan hanya lima. Api sudah dilokalisir saja sudah bagus. Kalau nggak, kan itu (daerah) padat sekali. Ketika memerah, langsung dipadamkan," katanya.
Sunaryo memperkirakan, total kerugian atas musibah tersebut mencapai Rp 300 juta. Berdasarkan pantauan Kompas.com, api melalap habis atap serta ruang belakang rumah milik Ngadiman. Adapun dua rumah lagi hanya habis di bagian atap. Kini, pemilik rumah tengah membersihkan puing-puing atap dan perabotan yang terbakar.