Rabu, 20 Juni 2012

China Berhemat lantaran Tas Plastik



Aktivis lingkungan dan masyarakat mengenakan topeng dari kantung kain yang ramah lingkungan saat kampanye gerakan diet kantong plastik di Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu, Minggu (27/5/2012). Gerakan ini diharapkan akan terus meluas sehingga penggunaan kantong plastik oleh masyarakat akan semakin berkurang.



Hasil kerajinan tangan Musahara (40), warga Polewali Mandar, yang dibuat dari sampah-sampah plastik. 



Hasil kerajinan pengolahan sampah plastik Yayasan Unilever Indonesia (YUI). Pengolahan limbah plastik kemasan produk Unilever termasuk dalam Program Bisnis Berkelanjutan. Secara global, program ini diluncurkan sejak November 2010.


Empat tahun silam, China menerapkan secara nasional pembatasan penggunaan tas plastik. Sekarang, Negeri Tembok Raksasa mengaku memetik buahnya. Catatan Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi (NDRC) menunjukkan ada penghematan 4,8 juta ton minyak bumi. Sebagaimana warta Xinhua pada Rabu (20/6/2012), angka itu setara dengan 6,8 juta ton batu bara.

Masih menurut NDRC, larangan itu juga mereduksi konsumsi 800.000 ton plastik. Selama empat tahun, ungkap Wakil Ketua Departemen Penghematan Energi dan Perlindungan Energi yang menjadi bagian NDRC Li Jing, ada pengurangan penggunaan sebanyak 24 juta tas plastik.
China melarang penawaran tas plastik gratis di semua supermarket, mal, dan toko-toko grosir sejak 1 Juni 2008. Sementara, China hanya mengizinkan produksi plastik lebih tipis ketimbang 0,025 milimeter pada waktu bersamaan.
Gara-gara kebijakan itu, terang Li Jing, penggunaan tas plastik susut hingga dua pertiga di mal dan supermarket. Makin banyak konsumen mulai menggunakan tas berbahan kain yang dapat didaur ulang.
China masih harus menghadapi tantangan  besarnya penggunaan tas plastik di produk-produk pertanian. "Kami masih tetap membenahi peraturan-peraturan soal penghematan ini," demikian Li Jing.

Makin banyak konsumen China mulai menggunakan tas berbahan kain yang dapat didaur ulang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar