Sabtu, 02 Juni 2012

Garuda Beijing Targetkan 86.000 Penumpang



Pesawat Boeing 737 milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (2/2/2011).

 
BEIJING - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia kantor cabang Beijing menargetkan 86.000 penumpang pada 2012.  "Itu jumlah penumpang pulang-pergi, atau  rata-rata seat load factor yang ditargetkan adalah 77 persen untuk rute Beijing," ujar Manajer Garuda Beijing Asa Perkasa seperti dikutip Antara, di Beijing Minggu (3/6/2012).

Untuk mencapai target tersebut Garuda Indonesia Beijing menggelar Travel Fair Garuda 2012 selama dua hari sejak Sabtu (2/6/2012). Asa mengatakan, selain mempromosikan Indonesia dan Garuda Indonesia, diharapkan acara ini juga menjadi kegiatan promosi penjualan  untuk mendukung pencapaian target penjualan kantor cabang Beijing.

Asa mengatakan kegiatan ini baru kali pertama diadakan di Beijing sekaligus merupakan uji coba untuk membuat consumer event dengan penawaran langsung selama acara berlangsung.  "Intinya program ini mempromosikan Indonesia dan produk Garuda Indonesia, dikaitkan dengan peringatan Hari Anak Sedunia dengan target utama adalah keluarga untuk liburan musim panas yang akan datang serta generasi muda termasuk anak-anak," tuturnya.

Asa menambahkan, dengan kegiatan itu Garuda Indonesia dapat menjadi lebih dekat dengan pelanggannya generasi muda termasuk anak-anak yang merupakan potential future customer

Selain Beijing, kegiatan travel fair juga akan diadakan di Shanghai akhir Juni  dan di Guangzhou pada Juli 2012.

Maskapai Garuda Indonesia kali pertama menerbangi rute ke China pada 2002 dengan penerbangan langsung pertama Jakarta-Guangzhou. Kini untuk rute China Indonesia menerbangi rute Jakarta-Beijing (lima kali sepekan), Jakarta-Shanghai dan Jakarta-Guangzhou setiap hari. Berdasar data Garuda Indonesia jumlah penumpang pada 2011 pada rute penerbangan Indonesia-China mencapai 235 ribu orang atau naik 11,9 persen dari tahun 2010 yang hanya 210 ribu orang.

Yuk, Berakhir Pekan di Medan dan Danau Toba



Kampung tua Huta Bolon Simanindo, Samosir, Sumatera Utara


Horas!! Selamat datang di pintu masuk utama bagian barat Indonesia. Jangan ragu untuk membuka gerbangnya dan Anda akan dikejutkan dengan pesona wisata yang tak ada habisnya.

Keragaman etnis yang hidup berdampingan, kelezatan kuliner yang menggoyang lidah, hingga keindahan danau purba yang sanggup mengguncang dunia. “Little Asia”, begitu kota ini disebut.

Bermain dengan buaya, menari bersama boneka Aigale-gale, dan menjadi saksi keanggunan danau tektovulkanik terbesar di Sumatera akan mengisi keceriaan Anda selama berakhir pekan di Medan.

Jumat. Sumatera Utara menyimpan potensi wisata luar biasa indah. Lanskap menawan, keelokan budaya,  membuat Anda tak akan kesulitan menentukan destinasi libur akhir pekan Anda, di Tanah Deli, Medan.

Jangan lewatkan pula wisata di Danau Toba dan Pulau Samosir. Walaupun masih harus menempuh perjalanan selama 4 hingga 5 jam dari kota Medan, pesona danau terluas di Asia Tenggara ini wajib Anda masukkan dalam agenda akhir pekan kali ini.

Jalanan yang menanjak, berliku, dan tebing curam di sisi jalan mengantarkan Anda ke Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, dan berakhir di Parapat. Di Parapat, Anda bisa berkenalan dengan Danau Toba dari dekat.

Udara yang sejuk, suasana kota yang ramah, bersanding dengan pesona Danau Toba. Tepat di ujung danau, Pulau Samosir telah menanti Anda. Sembari menunggu feri di pelabuhan Ajibata, senandung yang disuguhkan oleh anak-anak Medan ini sungguh menghibur.

Anda pasti akan takjub dibuatnya. Masih ada lagi tingkah laku bocah-bocah untuk menarik simpati wisatawan. Siapkan koin dan lemparkan ke arah danau. Dengan lincahnya mereka akan mengambil koin pemberian Anda.

Hiburan di awal perjalanan ini bisa mengisi waktu Anda saat menunggu feri yang akan mengantar menyeberang ke pelabuhan Tomok, Samosir. Jangan lupa membayar Rp 3.500 per orang untuk harga tiket feri. Jika Anda membawa mobil pribadi, maka akan dikenakan biaya mobil sebesar Rp 91.500.

Sabtu. Teduhnya Danau Toba mengiringi pagi Anda di Pulau Samosir. Hiruplah udara pagi Samosir dari Bukit Beta Kite International di Tuktuk Siadong. Perbukitan hijau menemani kecantikan Danau Toba.

Oya, jika Anda memutuskan bermalam di Pulau Samosir, tak perlu khawatir mencari penginapan. Menjadi salah satu destinasi favorit pelancong lokal dan mancanegara membuat deretan hotel bisa dengan mudah Anda temukan. Harganya pun bervariasi.

Berkunjung ke Tanah Batak, kurang lengkap jika Anda tidak singgah ke Museum Huta Bolon Simanindo untuk mengenali lebih dekat adat istiadat Suku Batak. Sejak tahun 1969, kampung tua Huta Bolon, yang merupakan warisan Raja Panualang Sidauruk, diresmikan menjadi museum terbuka.

Suguhan yang menjadi daya tarik museum ini adalah pagelaran tarian Batak tradisional yaitu tari sigale-gale. Anda bisa saksikan setiap pukul 10.30 dengan biaya Rp 30.000. Tarian ini bercerita tentang kesedihan seorang raja yang kehilangan putranya. Untuk mengobati kesedihannya ia memerintahkan rakyatnya membuat patung yang menyerupai sang anak.

Bila sang raja rindu dengan sang anak, ia akan membuat pesta tari sigale-gale. Sigale-gale bergerak layaknya seorang manusia. Menarikan tarinya mirip tari tortor, diiringi irama yang dilantunkan oleh alat musik tradisional, Togading.

Bagian paling seru dari pesta ini adalah pengunjung juga diperkenankan untuk berpesta bersama. Jangan lupa teriakan “Horas” dengan keras. Usai pertunjukan jangan terburu-buru pulang, mampirlah untuk melihat lebih dekat rumah bolon alias rumah raja.

Di atas rumah, kita bisa memainkan gondang yang digunakan pada pesta Mangalahat Horbo tadi.
Selain rumah bolon, masih ada beberapa koleksi yang bisa dinikmati di kampung tua Huta Bolon Simanindo. Tepat di seberang rumah raja, berdirilah sopo atau lumbung padi. Ada juga perahu dan makam raja, serta museum Batak.

Ada satu lagi destinasi menarik yang bisa Anda kunjungi. Pengadilan tradisional suku Batak, yang terdapat di Ambarita. Batu-batu dengan nuansa megalitikum menghiasi lokasi pengadilan. Bahkan lokasi untuk eksekusi terpidana yang dihukum mati juga ada, loh. Usia dari batu-batu ini mencapai ratusan tahun.

Sehelai ulos cantik wajib Anda bawa pulang dari toko cendera mata yang terletak di sekitar batu pengadilan. Pulau Samosir, sai pajumpang muse. Sampai jumpa, Pulau Samosir.

Minggu. Ingin berkeliling menikmati kota tua Medan? Bentor-lah teman yang pas untuk menemani Anda. Becak motor ini dapat dengan mudah Anda temukan lalu lalang di tengah Kota Medan.

Menikmati kemacetan khas kota metropolitan, berpadu dengan bangunan kuno klasik di kawasan kota lama Kewasan bisa menjadi alternatif memulai hari Anda.

Jika berhubungan dengan oleh-oleh dan kuliner, rasanya akhir pekan Anda tak akan pernah cukup di Kota Medan. Terletak di Jalan Sekip, Durian House menjadi toko wajib kunjung, bagi Anda pencinta durian. Produk yang wajib Anda borong adalah Pancake Durian yang super-enak itu.

Namun, masih ada sederet lagi daftar oleh-oleh yang bisa Anda borong. Bolu gulung, bika ambon, dodol, pie, brownies, dan masih banyak lagi. Oya, semuanya dengan cita rasa durian. Yummy!
Sebelum meninggalkan Medan, sempatkan diri Anda untuk mampir di daerah Asam Kumbang, Kota Medan, untuk bermain dengan buaya-buaya. Dari depan, taman buaya ini sekilas tampak seperti rumah biasa, tetapi setelah membayar tiket masuk seharga Rp 5.000, bersiaplah untuk berpetualang di dalamnya.

Kolam berisi buaya rawa dan sinyulung, yang sedang bermalas-malasan, menjadi pemandangan taman ini. Eits, jangan berani-berani mengganggu mereka, yah. Di taman seluas dua hektar ini, kita juga bisa melihat secara dekat buaya-buaya di habitat aslinya.

Buaya dengan ragam usia bisa Anda jumpai di sini. Mulai dari telur, anak buaya, hingga buaya berusia 53 tahun. Bahkan buaya tak berekor pun juga ada loh.

Anda mau bermain lebih dekat dengan buaya? Atau berfoto dengan buaya? Hanya dengan Rp 50.000, rasakan sensasi mengelus buaya dan berpose bersama. Tak perlu takut karena ada sang pawang yang setia menemani.

Satu lagi atraksi yang tak boleh Anda lewatkan, memberi makan buaya-buaya ini. Saat sore menjelang, Anda bisa melihat para pengurus taman menyiapkan hidangan nan lezat bagi mereka.

Ingin mencoba memberi makan langsung? Boleh saja. Anda bisa membeli langsung seekor bebek seharga Rp 35.000 dan lemparkanlah ke arah rawa. (Fitri Oktarini/ Citrakalam Misiani/ Yoshef Wisnu).

Mobil Dinas Polda Metro Jaya Masih Pakai Premium




Pengisian bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum 34.144.16, Pluit, Jakarta Utara, Rabu (25/4/2012). Pemerintah berencana membatasi penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi untuk kendaraan 1500 cc ke atas mulai 1 Mei mendatang. Rencananya pembatasan tersebut diperuntukkan mobil dinas pemerintah, BUMN, dan BUMD.


 JAKARTA - Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung Suharsono Rajab, menuturkan, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh mobil dinas Polda Metro untuk mulai menggunakan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per tanggal 1 Juni 2012. Stasiun Pengisian Bahan bakar untuk Umum (SPBU) yang ada di markas kepolisian itu pun sudah mulai dikonversi dari Premium ke Pertamax pada Kamis (31/5/2012) tengah malam.
Akan tetapi, saat Kompas.com mendatangi SPBU yang ada di depan Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya itu, konversi yang dimaksudkan Kapolda masih belum dilakukan. Salah seorang aparat kepolisian yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa saat ini mobil operasional kepolisian masih menggunakan Premium.
"Kalau untuk di SPBU ini, kami masih pakai premium karena instruksi untuk konversi ke Pertamax itu kan baru tanggal 1 Juni ini, tidak bisa langsung diganti butuh proses," ucapnya.
Kendati demikian, perwira polisi berpangkat Inspektur Satu itu menuturkan bahwa mulai hari ini juga seluruh jajaran sudah diinstruksikan jika mengisi bahan bakar di luar markas harus menggunakan Pertamax. "Kalau di luar dan kami bawa plat dinas, harus pakai Pertamax. Ini sudah diinstruksikan, hanya di sini saja yang pakai Premium karena belum diganti," kata petugas itu.
Saat ditanya soal stiker oranye yang menjadi penanda mobil dinas Polri yang tidak diperkenankan memakai BBHM subsidi, anggota polisi itu justru kebingungan. "Stiker apa ya?" tanyanya balik.
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Jumat siang ini, beberapa mobil operasional kepolisian seperti mobil Provost, Ditlantas, dan mobil dinas polisi berwarna abu-abu tampak mengisi bahan bakarnya di SPBU itu. Tidak ada satu pun mobil yang memakai stiker oranye penanda mobil dinas seperti yang diserukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Seluruh aparat kepolisian yang turun dari mobil itu menukarkan kupon bensin yang dimilikinya untuk membayar bahan bakar. Salah seorang anggota polisi mengakui dirinya sudah mendengar adanya pelarangan menggunakan BBM bersubsidi bagi mobil dinas.
"Kalau saya tidak masalah, tapi di pom bensinnya ada nggak Pertamax-nya? Sekarang saya juga mau habiskan kupon yang dikasih atasan dulu," katanya.
Mulai 1 Juni 2012, Presiden SBY menginstruksikan agar mobil dinas pemerintah, BUMN, dan BUMD termasuk TNI/Polri tidak menggunakan bensin bersubsidi. Kebijakan ini baru berlaku untuk kawasan Jabodetabek saja. Instruksi Presiden ini diharapkan bisa menjaga agar konsumsi BBM tertentu tidak lebih dari target yang ditetapkan 40 juta kiloliter (KL) pada tahun ini.
Penghematan BBM melalui pelaksanaan Perpres 15 tahun 2012 itu juga diharapkan bisa mengurangi konsumsi BBM tertentu dari 47 juta KL menjadi 44 juta KL. Seluruh kendaraan dinas milik Kementerian, lembaga pemerintahan, BUMN, BUMD, TNI, dan Polri yang tidak menggunakan plat dinas akan ditempeli stiker warna oranye bertuliskan "Tidak Menggunakan BBM Bersubsidi".

Jumat, 01 Juni 2012

Tragis, Meninggal Karena "Airbag"




London, Otomotif - Seorang insinyur kelautan asal Inggris meninggal karena kantung udara (airbag) yang pernah menyelamatkannya. Ronald Smith asal Marsden, South Shield, dinyatakan meninggalkan karena karena menghirup natrium azida dan nitrogen yang dilepaskan oleh kantung udara yang menyelamatnya saat bertabrakan..
Ceritanya berawal ketika  Vauxhall Insignia  yang dikemudikan Smith terlibat pada tabrakan beruntun dengan enam kendaraan lain pada 12 November 2010. Saat musibah terjadi, ia tidak terluka. Kantung udara mobilnya juga bekerja dengan baik. Tetapi karena ada bagian kaca yang pecah menusuk airbag, gas di dalam keluar dan terhirup  oleh Smith.

Setelah kejadian tersebut Smith mengalami batuk dan sesak napas dan masuk rumah sakit pada 5 Januari 2011. "Dia tidak bisa bernapas, sangat tertekan dan  hampir tidak dapat bergerak. Batuknya makin parah. Padahal, ronnie bukan perokok," jelas June, istri Ronald.
Pria itu dimasukan ke ventilator, sampai akhirnya meninggal 3 minggu - menurut dokter -  akibat pneumonia bronkial dan pulmonary fibrosis. Menurut Terence Carney yang memeriksa Ronald di Rumah Sakit Distrik South Tyneside, kematian Ronald akibat 'kecelakaan', dari  zat berbahaya dan ledakan airbag
"Saya sudah tahu dari awal kalau itu kantung udara. Namun orang menganggap dugaan saya itukonyol. Tidak adil  menyatakan seseorang meninggal dari sesuai yang pernah menyelamatkan," jelas ibu dari dua anak itu.
Vauxhall, produsen mobil yang digunakan Smith  berjanji akan menyelidiki insiden ini. Kasus ini pertama kali terjadi di dunia, yaitu pengemudi menghirup bahan kimia dari kantung udara yang diigunakan sebagian besar  mobil masa kini. Tanpa zat kimia tersebut, kantung udara dipastikan tidak bisa mengembang dalam 30 milidetik.
Wah, perlu hati-hati jangan sampai terjadi seperti yang dialami oleh Ronald Smith!